Mizan November 2016. Tebal: xiv+247 hal. ISBN: -9. Topik: dialog agama Islam Cinta tafsir almizan. oleh jaringan penulis, videomaker dan tim editor yang butuh dukungan untuk bisa memproduksi konten secara rutin. Jika kamu bersedia menyisihkan sedikit rezeki untuk membantu kerja-kerja kami dalam memproduksi Sobatabimuda, kali ini kita akan belajar bersama tentang percakapan orang yang ada di rumah sakit. Sebelumya kita juga pernah memberikan contoh percakapan yang hampir serupa dengan artikel ini. Seperti Contoh Dialaog Bahasa Inggris 2 Orang Tentang Kesehatan Rumah sakit merupakan tempat yang biasa digunakan untuk berobat atau rawat jalan sehingga wajar saja jika banyak RamadhanCerdas dan Ceria untuk Anak. Anak-anak shalat berjamaah di rumah di Depok, Jawa Barat (22/05/2020). Ceritakan manfaat dan kabarkan berita gembira tentang balasan orang-orang yang berpuasa pada anak. Hidayatullah.com- Seorang anak bertanya pada ibunya, "Bu, kata teman-teman aku sebentar lagi puasa ya? Padasuatu hari, terdapat 4 orang, yaitu Ardi, Agus dan Anto sedang berjalan-jalan bersama menuju ke sekolah mereka. Di dalam perjalanannya, dengan tidak sengaja, mereka melihat teman mereka, yakni Adit sedang melakukan pengepakan koran. Situasi Ahmad and Ali berbicara tentang Ramadhan. Periksa percakapan berikut di bawah ini! Ahmad: Assalamualaikum. Ahmad: Assalamualaikum. Ali: Waalaikumsalam. Ali: Waalaikumsalam. Ahmad: How is it going, Ali? Ahmad: Bagaimana kabarnya, Ali? Ali: I'm fine. Thank you. How about you? Ali: Aku baik-baik saja. Terima kasih. Bagaimana dengan kamu? BacaJuga: Dialog Bahasa Inggris Tentang Global Warming. Di dalam percakapan menyambut ramadhan yang akan kami tulis ini, berisikan dialog 4 orang yang bertemakan bulan puasa. Langsung saja, inilah contoh percakapan bahasa inggris tentang ramadhan dan juga arti dalam bahasa Indonesia berikut ini: Contoh Percakapan. Aulia: Alhamdulillah, Ramadan is upon us. [Alhamdulillah. Sebentar lagi bulan ramadhan.] Christy: Really? When will it start? j4tGz. - Dalam bulan yang mulia, ceramah singkat Ramadhan 1443 H ini bisa dijadikan bahan saat mengisi kultum ataupun tausiyah di bulan Ramadhan. Mengangkat tema tentang orang yang merugi dibulan Ramadhan, ceramah singkat Ramadhan 1443 H ini juga menjadi nasehat dalam rangka saling menasehati dalam kebaikan. اَلْحَمْدُ وَ الشُّكْرُ لِـلّٰـه, وَ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَی رَسُوْلِ اللّٰه اَيُّهَا الصَّائِمُوْن رَحِمكُمُ اللّٰه Saudaraku seiman dan taqwa. Memasuki bulan Ramadhan penuh ampunan dari Allah SWT ada golongan orang yang rugi hingga malaikat Jibril ikut mendoakannya. Kerugiannya itu disebabkan kebodohan juga keteledorannya karena di bulan istimewa penuh pengampunan namun ia tidak mendapatkan apa-apa. Padahal pada bulan Ramadhan begitu mudahnya seorang hamba mendapat pengampunan hingga terbebas dari api neraka, dilipatkan pahala namun orang ini masih tidak mau memperbaiki dirinya. Hingga ia menjadi orang yang dikutuk, orang paling rugi di Bulan Ramadhan di saat begitu banyak limpahan pengampunan dan pahala di bulan suci ini. Ini berdasarkan kepada percakapan Malaikat Jibril dengan Nabi Muhammad SAW dan menjadi dalil tentang orang yang paling rugi di bulan Ramadhan ini. Suatu ketika Nabi SAW naik ke mimbar lalu Nabi SAW mengucapkan Aamiin, aamiin, aamiin sampai tiga kali. Arti aamiin adalah semoga Allah mengabulkan. Maka orang bertanya kepada Nabi, wahai Rasulallah, Engkau naik mimbar seraya berkata aamiin, aamiin, aamiin tiga kali. Maka Rasulullah SAW menjawab sesungguhnya ia adalah Jibril AS, sesungguhnya Jibril AS telah datang kepadaku dan berkata "Barang siapa dimudahkan oleh Allah untuk menemui bulan Ramadhan kemudian ia tidak diampuni oleh Allah kemudian dia masuk neraka sungguh terkutuk ia, terjauh dia dari Rahmat Allah" Malaikat Jibril mengatakan "katakan aamiin", maka Rasulullah SAW menjawab aamiin. Berdasarkan hadis tersebut ada orang yang paling rugi hingga malaikat Jibril mengajak Rasulullah SAW untuk mendoakannya. Orang terkutuk itu adalah orang yang tidak mendapatkan pengampunan dari Allah padahal bulan Ramadhan adalah bulan limpahan pengampunan dari Allah SWT. Maka isilah bulan Ramadhan ini dengan ibadah, istigfar dan amal-amal solih lainnya agar tidak termasuk golongan orang paling rugi di bulan Ramadhan. اَخِيْرُ الْكَلَام، ثُمَّ السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّٰه وَبَرَكَاتُه Dear Readers, Bulan Ramadhan sebentar lagi yang berarti umat Muslim di dunia akan melakukan kewajibannya untuk berpuasa dan lebih mendekatkan diri secara pribadi kepada Sang Pencipta. Ramadan /ˌræməˈdɑːn/; Arab رمضان‎ Ramaḍān, juga diromanisasikan sebagai Ramazan, Ramadhan, atau Ramathan adalah bulan kesembilan dalam kalender Islam, dan dirayakan oleh umat Muslim di seluruh dunia dengan puasa saum dan memperingati wahyu pertama yang turun kepada Nabi Muhammad menurut keyakinan umat Muslim. Perayaan tahunan ini dihormati sebagai salah satu dari rukun Islam. Bulan Ramadan akan berlangsung selama 29–30 hari berdasarkan pengamatan hilal, menurut beberapa aturan yang tertulis dalam hadits. – Artikel hari ini berisi contoh Dialog Bahasa Inggris tentang Ramadhan. Temukan juga pembahasan materi dalam contoh dialog Bahasa Inggris di sini Dialog Bahasa Inggris tentang Ramadhan Lengkap dengan Terjemahan dan Pembahasan MateriDialog dan TerjemahanPembahasan Materi1. Pelajari tentang Tenses2. Pelajari tentang Grammar3. Pelajari tentang Expression Dialog Bahasa Inggris tentang Ramadhan Lengkap dengan Terjemahan dan Pembahasan Materi Dialog dan Terjemahan Situation Ahmad and Ali are talking about Ramadhan. Check the following conversation below! Situasi Ahmad and Ali berbicara tentang Ramadhan. Periksa percakapan berikut di bawah ini! Ahmad Assalamualaikum. Ahmad Assalamualaikum. Ali Waalaikumsalam. Ali Waalaikumsalam. Ahmad How is it going, Ali? Ahmad Bagaimana kabarnya, Ali? Ali I’m fine. Thank you. How about you? Ali Aku baik-baik saja. Terima kasih. Bagaimana dengan kamu? Ahmad Alhamdulillah. Ramadhan is coming. What is your preparation? Do you have any particular preparation? Ahmad Alhamdulillah. Ramadhan akan datang. Apa persiapanmu? Apakah kamu memiliki persiapan khusus? Ali I will prepare my self to close to Allah more privately. Because last Ramadhan I didn’t do it well. Ali Aku akan mempersiapkan diri untuk mendekat kepada Allah secara lebih pribadi. Karena Ramadhan lalu aku tidak melakukannya dengan baik. Ahmad Oh, I’m sorry to hear that. What was wrong? Ahmad Oh, aku turut prihatin mendengarnya. Ada apa? Ali I was taken to the hospital because I had Pneumonia. Ali Aku dibawa ke rumah sakit karena aku menderita Pneumonia Paru-paru basah. Ahmad I’m so sad to hear that. Ahmad Aku sedih mendengarnya. Ali Thank you, my friend. Tell me about your last Ramadhan? Ali Terima kasih, temanku. Katakan padaku Ramadhan terakhirmu? Ahmad Well, I had fully fasting until the end of Ramadhan. I enjoyed and was happy to celebrate Idul Fitri. Ahmad Ya, aku puasa sampai akhir Ramadhan. Aku menikmati dan senang merayakan Idul Fitri. Ali Wow! That’s awesome. Congratulation! Ali Wow! Itu luar biasa. Selamat! Ahmad Thanks. Ramadhan is a holy month for us as Moeslem, isn’t it? Ahmad Terima kasih. Ramadhan adalah bulan suci bagi kita sebagai Moeslem, bukan? Ali Yeah. I agree with that. Ramadhan teaches us how to be a better person in faith to Allah. Ali Ya. Aku setuju dengan itu. Ramadhan mengajarkan kita bagaimana menjadi orang yang lebih baik dalam iman kepada Allah. Ahmad Yes, you are right. Because fasting is not only talked about foods and drinks. The most important is how to control our soul. How to get the discipline to do five times a day. There is no excuse to be lazy during Ramadhan. Ahmad Ya, kamu benar. Karena puasa tidak hanya berbicara tentang makanan dan minuman. Yang paling penting adalah bagaimana mengendalikan jiwa kita. Bagaimana disiplin dalam melakukan sholat lima waktu dalam sehari. Tidak ada alasan untuk menjadi malas selama Ramadhan. Ali That’s right. What do you think about some people eat in public in Ramadhan before Maghrib? Ali Benar. Apa pendapat kamu tentang beberapa orang makan di depan umum pada bulan Ramadhan sebelum Maghrib? Ahmad Oh, that is not my concern. I have no idea about that. What about your opinion? Ahmad Oh, itu bukan urusanku. Aku tidak ada pandangan untuk itu. Bagaimana dengan pendapatmu? Ali Well, I still hard to control my self why I should take part in someone business. It doesn’t mean if I do not care for that but I’m just saying in my mind “Please, God. Change their life to be more respect”. Ali Yah, Aku masih sulit mengendalikan diriku sendiri mengapa aku harus ikut campur dengan urusan seseorang. Itu bukan berarti jika aku tidak perduli dengan itu tapi aku hanya mengatakan dalam hati, “Tolong, Tuhan. Ubah hidup mereka menjadi lebih hormat”. Ahmad Amien. Because Ramadhan is full of temptation. We have to be more patient. Ahmad Amin. Karena Ramadhan penuh dengan godaan. Kita harus lebih sabar. Ali Yup. That’s what I mean. Ali Yup. Itu yang aku maksud. Ahmad I will invite you breaking the fast and dinner together with my family on the first day of Ramadhan. Would you like to come? Ahmad Aku akan mengajak kamu berbuka puasa dan makan malam bersama keluargaku di hari pertama Ramadhan. Apakah kamu mau datang? Ali Insya Allah. The first Ramadhan will be on Wednesday, 16 May 2018. Am I correct? Ali Insya Allah. Ramadan pertama akan diadakan pada hari Rabu, 16 Mei 2018. Apakah saya benar? Ahmad Yes, you are. Will you help your mother to make Lebaran cakes? Ahmad Ya, kamu benar. Maukah kamu membantu ibumu untuk membuat kue Lebaran? Ali Nope. My sister will do that. That’s a women business. I will clean the house as the symbol that I clean my self to be a better person. Ali Tidak. Adikku akan melakukan itu. Itu urusan wanita. Aku akan membersihkan rumah sebagai simbol bahwa aku membersihkan diriku untuk menjadi orang yang lebih baik. Ahmad Wow! That’s great. Ahmad Wow! Itu hebat. Ali BTW. It’s almost Dzuhur. Let’s prepare for Mosque. Ali Ngomong-ngomong. Sudah hampir Dzuhur. Mari bersiap ke Masjid. Ahmad Let’s go. Ahmad Ayo pergi. Pembahasan Materi Ada beberapa materi yang dapat kalian pelajari pada contoh Dialog Bahasa Inggris tentang Ramadhan di atas dan untuk bisa membuat Dialog Bahasa Inggris Tentang Ramadhan, maka kalian membutuhkan Basic Tenses, Grammar dan Expression untuk dipelajari. Simak penjelasan di bawah ini 1. Pelajari tentang Tenses Tenses merupakan hal penting dalam membuat sebuah dialog. Simak pembahasan tentang English Tenses di sini! Simple Present Tense Ahmad Alhamdulillah. Ramadhan is coming. What is your preparation? Do you have any particular preparation? Ahmad Oh, I’m sorry to hear that. What was wrong? Ahmad I’m so sad to hear that. Ahmad Thanks. Ramadhan is a holy month for us as Moeslem, isn’t it? Ali Yeah. I agree with that. Ramadhan teaches us how to be a better person in faith to Allah. Kalimat yang bergaris bawah di atas merupakan contoh kalimat Simple Present Tense. Kalian dapat menemukan contoh lainnya dengan cara memahami materi Simple Present Tense, kalian dapat mempelajarinya di sini Pengertian, Rumus, Contoh Kalimat Simple Present Tense Lengkap dengan Materi Listening Present Continuous Tense Situation Ahmad and Ali are talking about Ramadhan. Check the following conversation below! Kalimat yang bergaris bawah di atas merupakan contoh kalimat Present Continuous Tense. Kalian dapat menemukan contoh lainnya dengan cara memahami materi Present Continuous Tense, kalian dapat mempelajarinya di sini Contoh Kalimat Present Continuous Tense dan Pembentukan “Verb-ing” Simple Future Tense Ali I will prepare my self to close to Allah more privately. Because last Ramadhan I didn’t do it well. Ahmad Yes, you are. Will you help your mother to make Lebaran cakes? Ali Nope. My sister will do that. That’s a women business. I will clean the house as the symbol that I clean my self to be a better person. Kalimat yang bercetak tebal di atas merupakan contoh kalimat Simple Future Tense. Kalian dapat menemukan contoh lainnya dengan cara memahami materi Simple Future Tense, kalian dapat mempelajarinya di sini Perbedaan Penggunaan “will” dan “be going to” pada Kalimat Simple Future Tense Simple Past Tense Ali I will prepare my self to close to Allah more privately. Because last Ramadhan I didn’t do it well. Ahmad Oh, I’m sorry to hear that. What was wrong? Ali I was taken to the hospital because I had Pneumonia. Kalimat yang bercetak tebal di atas merupakan contoh kalimat Simple Past Tense. Untuk memahami materi Simple Past Tense, kalian dapat mempelajarinya di sini Penggunaan “did” dalam Simple Past Tense untuk Kalimat Negatif - dan Kalimat Tanya ? Rumus Simple Past dalam Kalimat Nonverbal Adjective/ Noun “was/ were” 2. Pelajari tentang Grammar Selain Tenses, Grammar pendukung memegang peranan penting dalam sebuah percakapan, seperti Imperative Sentence Ali Thank you, my friend. Tell me your last Ramadhan? Ali BTW. It’s almost Dzuhur. Let’s prepare for Mosque. Ahmad Let’s go. Kalimat yang bercetak tebal di atas merupakan contoh Imperative Sentence. Kalian dapat menemukan contoh lainnya dengan cara memahami materi Imperative Sentence, kalian dapat mempelajarinya di sini 7 Fungsi Penggunaan Imperative Sentence Lengkap dengan Contoh Kalimat dan Arti Question Tags Ahmad Thanks. Ramadhan is a holy month for us as Moeslem, isn’t it? Kalimat yang bergaris bawah di atas merupakan contoh Question Tags. Untuk memahami materi Question Tags, kalian dapat mempelajarinya di sini Pengertian dan Penggunaan Question Tags dalam 16 English Tenses Lengkap dengan Contoh Dialog Singkat dan Arti Passive Voice Ali I was taken to the hospital because I had Pneumonia. Kalimat yang bergaris bawah di atas merupakan contoh Passive Voice. Untuk memahami materi Passive Voice, kalian dapat mempelajarinya di sini Belajar Kalimat Passive Voice Mudah dan Cepat Menggunakan Media Gambar 3. Pelajari tentang Expression Kalian dapat menggunakan beberapa Expression dalam sebuah percakapan, seperti contoh di atas. Expression of Opinion Ahmad Thanks. Ramadhan is a holy month for us as Moeslem, isn’t it? Ahmad Yes, you are right. Because fasting is not only talked about foods and drinks. The most important is how to control our soul. How to get the discipline to do five times a day. There is no excuse to be lazy during Ramadhan. Ali That’s right. What do you think about some people eat in public in Ramadhan before Maghrib? Kalimat yang bergaris bawah di atas merupakan contoh Expression of Opinion. Untuk memahami materi Expression of Opinion, kalian dapat mempelajarinya di sini Pengertian, Penjelasan dan Penggunaan “Asking and Giving Opinion” Lengkap Dengan Contoh Dialog dan Arti Serta Latihan Soal Agreement and Disagreement Ali Yeah. I agree with that. Ramadhan teaches us how to be a better person in faith to Allah. Ahmad Yes, you are right. Because fasting is not only talked about foods and drinks. The most important is how to control our soul. How to get the discipline to do five times a day. Ali That’s right. What do you think about some people eat in public in Ramadhan before Maghrib? Kalimat yang bercetak tebal merupakan penggunaan dari “Agreement“ Expression of Admiration Ali Wow! That’s awesome. Congratulation! Kalimat yang bergaris bawah di atas merupakan contoh Expression of Admiration. Untuk memahami materi Expression of Admiration, kalian dapat mempelajarinya di sini Expressing Admiration Pengertian, Penggunaan, Rumus, Contoh Kalimat, dan Contoh Dialog Expression of Sympathy Ahmad Oh, I’m sorry to hear that. What was wrong? Ahmad I’m so sad to hear that. Kalimat yang bercetak tebal di atas merupakan contoh Expression of Sympathy. Untuk memahami materi Expression of Sympathy, kalian dapat mempelajarinya di sini Penjelasan dan Penggunaan “Expressing Sympathy” Lengkap dengan Contoh Dialog dan Arti Semoga contoh percakapan di atas dapat membatu kalian merangkai kata dan membuat sebuah percakapan Bahasa Inggris dengan kalimat dan situasi kalian masing-masing. Tetap semangat belajar! Good Luck. اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ جَعَلَ الصَّوْمَ حِصْنًا لِأَوْلِيَائِهِ وَ جُنَّةً، وَفَتَحَ لَهُمْ بِهِ أَبْوَابَ الْجَنَّةِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لَانَبِيَّ بَعْدَهُ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ قَائِدِ الْخَلْقِ وَمُمَهِّدِ السُّنَّةِ، وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ ذَوِيْ الْأَبْصَارِ الثَّاقِبَةِ وَالْعُقُوْلِ الْمُرَجِّحَةِأَمَّا بَعْدُ، فَيَااَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، اِتَّقُوْااللهَ حَقَّ تُقَاتِه وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنـْتُمْ مُسْلِمُوْنَ فَقَدْ قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ Ma’asyiral muslimīn a’azzakumullāh Mengawali khutbah yang singkat ini, khatib berwasiat kepada kita semua, terutama kepada diri khatib pribadi untuk senantiasa berusaha meningkatkan ketakwaan dan keimanan kita kepada Allah subhanahu wa ta’ala dengan menjalankan semua kewajiban dan menjauhkan diri dari segala yang dilarang dan diharamkan. Jamah yang dimuliakan Allah Alhamdulillah, tahun ini kita kembali dipertemukan dengan bulan suci Ramadhan. Bulan yang di dalamnya mempunyai sejuta keistimewaan dan keutamaan bagi umat Muslim. Oleh karena itu, tidak heran jika pada bulan ini intensitas ibadah umat Islam semakin meningkat, baik dengan lebih serius lagi menunaikan kewajiban-kewajiban agama maupun rajin mengamalkan ibadah-ibadah sunnah di dalamnya. Rasulullah sendiri pernah menyampaikan bahwa saat tiba bulan Ramadhan umat Muslim didorong untuk memperbanyak ibadah. Sebab, pahala amal kebaikan di dalamnya mendapat balasan berkali-kali lipat. Dalam satu hadits diriwayatkan, عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعمِائَة ضِعْفٍ، قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلَّا الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ، يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِي، لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ، وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ، وَلَخُلُوفُ فَمِ الصائم أَطْيَبُ عِنْدَ اللهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ Artinya, “Dari Abu Hurairah ra, dia berkata, Rasulullah saw bersabda, Setiap amal anak Adam dilipatgandakan pahalanya. Satu amal kebaikan diberi pahala sepuluh hingga tujuh ratus kali. Allah azza wajalla berfirman, Kecuali puasa, karena puasa itu adalah bagi-Ku dan Akulah yang akan membalasnya. Sebab, dia telah meninggalkan nafsu syahwat dan nafsu makannya karena-Ku.’ Dan bagi orang yang berpuasa ada dua kebahagiaan. Kebahagiaan ketika dia berbuka, dan kebahagiaan ketika dia bertemu dengan Rabb-Nya. Sesungguhnya bau mulut orang yang berpuasa lebih wangi di sisi Allah daripada wanginya kesturi.’” HR Bukhari dan Muslim Ma’asyiral muslimīn a’ tiga hal besar yang Allah janjikan untuk umat Muslim saat Ramadhan tiba, yaitu ampunan, rahmat, dan balasan surga. Rasulullah pernah bersabda, .أَوَّلُ شَهْرِ رَمَضَانَ رَحْمَةٌ، وأَوْسَطُهُ مَغْفِرَةٌ، وَآخِرَهُ عِتْقٌ مِنَ النَّارِ Artinya, “Awal Bulan Ramadhan adalah rahmat, pertengahannya ampunan, dan akhirnya pembebasan dari api neraka.” Ibnu Khuzaimah Pertama adalah rahmat. Rahmat merupakan kasih sayang Allah kepada hamba-Nya. Berkat rahmat inilah kelak umat Muslim bisa mendapat ampunan di akhirat dan memperoleh balasan surga. Bahkan dikatakan bahwa rahmat merupakan penentu nasib seseorang kelak di hari akhir. Boleh jadi orang rajin beribadah, tapi jika belum meraih rahmat Allah ia tidak mendapat jaminan masuk surga. Meski demikian, bukan berarti kita meremehkan ibadah dengan alasan mengandalkan rahmat, karena penyebab rahmat sendiri adalah ketaatan seorang hamba kepada Allah. Berkaitan dengan ini, ada kisah menarik tentang seorang hamba taat yang sepanjang hayatnya digunakan untuk beribadah, tapi ia masuk surga bukan sebab ibadahnya itu, melainkan karena anugerah rahmat Allah. Kisah ini disampaikan Syekh Abul Laits as-Samarqandi dalam Tanbīhul Ghāfilīn dengan mengutip riwayat Al-Hakim dalam Mustadrak-nya. Dikisahkan, sekali waktu Malaikat Jibril as bercerita kepada Nabi Muhammad saw, “Hai, Muhammad! demi Allah yang telah menugaskan engkau menjadi nabi. Allah memiliki seorang hamba yang ahli ibadah. Hamba tersebut hidup dan beribadah selama 500 tahun di atas gunung.” Ringkas kisah, hamba itu memohon kepada Allah untuk mencabut nyawanya dalam keadaan sujud dan jasadnya tetap utuh sampai tiba hari kiamat. Doanya dikabulkan. Begitu di akhirat, Allah berkata padanya, "Hamba-Ku, engkau Aku masukkan ke surga berkat rahmat-Ku!" Hamba tersebut menyangkal. Seharusnya, protes dia, yang membuatnya masuk surga adalah ibadahnya yang ratusan tahun itu, bukan rahmat Allah. Setelah ditimbang, ternyata bobot rahmat-Nya lebih besar daripada amal ibadah tersebut. Allah pun memerintahkan malaikat untuk memasukan dia ke neraka. Sebelum dimasukkan ke dalam neraka, hamba itu mau mengakui bahwa rahmat Allah lebih besar dan bisa membuatnya masuk surga. Ia pun tidak jadi dimasukkan ke dalam neraka. Abul Laits as-Samarqandi, Tanbihul Ghafilin, h. 63 Ma’asyiral muslimīn a’azzakumullāh Keutamaan Ramadhan berikutnya adalah maghfirah atau ampunan Allah. Sebagai manusia, tentu sadar diri bahwa kita memiliki banyak dosa yang kian hari semakin bertambah. Sebab, berbuat salah dan dosa merupakan fitrah manusia. Rasulullah saw bersabda, كُلُّ بَنِي آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِيْنَ التَّوَّابُوْنَ. Artinya, “Setiap anak Adam manusia pasti berbuat salah, dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah yang bertaubat.” HR Tirmidzi. Hadits ini menegaskan bahwa sebagai manusia kita tidak bisa terbebas dari dosa. Tidak peduli dia rakyat biasa atau pejabat, seorang awam atau agamawan, santri ataupun kiai, semua pasti memiliki dosa. Hanya, yang membedakan kita semua adalah siapa yang mau mengakui atas dosa-dosanya dan bertaubat kepada Allah. Pada momen Ramadhan ini, Allah menjanjikan limpahan ampunan bagi hamba-hamba-Nya yang bertaubat. Oleh karena ini, jangan sia-siakan kesempatan emas yang hanya datang satu bulan dalam setahun ini. Ma’asyiral muslimīn a’ yang Allah janjikan saat Ramadhan berikutnya adalah balasan surga bagi hamba-Nya yang taat. Rasulullah pernah bersabda, إِذَا جَاءَ رَمَضَانَ فُتِحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِيْنَ Artinya, “Ketika Ramadhan tiba, dibukalah pintu-pintu surga, ditutuplah pintu-pintu neraka dan setan pun dibelenggu.” HR Muslim Berkaitan dengan hadits di atas, Syekh Izzuddin bin Abdissalam menjelaskan, maksud dibukanya pintu surga’ merupakan simbol imbauan bagi umat Muslim untuk memperbanyak amal ibadah di bulan suci Ramadhan, sementara dibelengguhnya setan’ merupakan simbol untuk mencegah diri dari perbuatan maksiat. Syekh Izzuddin bin Abdissalam, Maqashidush Shaum, 1922 12. Ma’asyiral muslimīn a’azzakumullāh Sekian khutbah yang bisa khatib sampaikan. Semoga kita bisa melalui Ramadhan tahun ini dan tahun-tahun berikutnya dengan maksimal sehingga bisa meraih ampunan, rahmat, dan balasan surga dari Allah swt. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ Chrétiens et musulmans promouvoir la fraternité humaine » c’est le thème du message du Conseil pontifical pour le dialogue interreligieux, adressé aux musulmans pour le mois du Ramadan, inauguré le 5 mai 2019. Dans ce texte rendu public le 10 mai, le dicastère encourage l’amitié entre musulmans et chrétiens » Je souhaite, écrit le secrétaire, que le geste et le message de la fraternité trouvent un écho dans le cœur de tous ceux qui occupent des postes d’autorité dans les domaines de la vie sociale et civile de toute la famille humaine, qu’ils nous conduisent tous à mettre en pratique non seulement une attitude de tolérance, mais un vivre ensemble vrai et paisible. » Nous, musulmans et chrétiens, sommes appelés à nous ouvrir aux autres, à les connaître et à les reconnaître en tant que frères et sœurs », affirme encore Mgr Miguel Ángel Ayuso Guixot Nous pouvons ainsi cultiver dans nos familles et nos institutions politiques, civiles et religieuses, un nouveau mode de vie où la violence est rejetée, la personne humaine respectée. » Et de plaider pour la liberté de conscience, de pensée, d’expression et de religion » Pour respecter la diversité, le dialogue doit chercher à promouvoir le droit de toute personne à la vie, à l’intégrité physique et aux libertés fondamentales telles que la liberté de conscience, de pensée, d’expression et de religion. Cela inclut la liberté de vivre selon ses convictions tant dans la sphère privée que publique. Ainsi, chrétiens et musulmans – en tant que frères et sœurs – peuvent œuvrer ensemble pour le bien commun. » AK Chrétiens et musulmans promouvoir la fraternité humaine Chères frères et sœurs musulmans, Le mois de Ramadan, consacré au jeûne, à la prière et à l’aumône, est également celui d’un affermissement des liens spirituels que nous partageons dans l’amitié entre musulmans et chrétiens. Je suis donc heureux de saisir cette occasion pour vous souhaiter une célébration du Ramadan aussi féconde que paisible. Nos religions nous invitent à rester enracinés dans les valeurs de la paix; à défendre les valeurs de compréhension mutuelle, de fraternité humaine et de coexistence harmonieuse; rétablir la sagesse, la justice et l’amour»cf. Document sur la fraternité humaine pour la paix dans le monde et le vivre ensemble, Abou Dhabi, 4 février 2019. Nous, musulmans et chrétiens, sommes appelés à nous ouvrir aux autres, à les connaître et à les reconnaître en tant que frères et sœurs. De cette manière, nous pouvons abattre des murs élevés par la peur et l’ignorance et chercher ensemble à construire des ponts d’amitié qui sont fondamentaux pour le bien de l’humanité tout entière. Nous pouvons ainsi cultiver dans nos familles et nos institutions politiques, civiles et religieuses, un nouveau mode de vie où la violence est rejetée, la personne humaine respectée. Ceci doit donc nous encourager à continuer de faire progresser la culture du dialogue en tant que moyen de coopération et comme méthode d’approfondissement de notre connaissance mutuelle. Dans ce contexte, le pape François a souligné, lors de sa visite au Caire, trois principes fondamentaux pour la poursuite du dialogue et de la connaissance entre personnes et groupes de différentes religions le devoir de l’identité, le courage de l’altérité et la sincérité des intentions» Discours aux participants à la Conférence internationale pour la paix, Centre de conférences d’Al-Azhar, 28 avril 2017. Pour respecter la diversité, le dialogue doit chercher à promouvoir le droit de toute personne à la vie, à l’intégrité physique et aux libertés fondamentales telles que la liberté de conscience, de pensée, d’expression et de religion. Cela inclut la liberté de vivre selon ses convictions tant dans la sphère privée que publique. Ainsi, chrétiens et musulmans – en tant que frères et sœurs – peuvent œuvrer ensemble pour le bien commun. Je souhaite que le geste et le message de la fraternité trouvent un écho dans le cœur de tous ceux qui occupent des postes d’autorité dans les domaines de la vie sociale et civile de toute la famille humaine, qu’ils nous conduisent tous à mettre en pratique non seulement une attitude de tolérance, mais un vivre ensemble vrai et paisible. Avec mes salutations fraternelles et sincères, l’estime renouvelée pour notre amitié, je vous adresse, au nom du Conseil pontifical pour le Dialogue interreligieux, mes vœux les meilleurs pour un mois de Ramadan fructueux et un joyeux Id al-Fitr. Du Vatican, 29 mars 2019 + Mgr Miguel Ángel Ayuso Guixot, Secrétaire إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ يَاأَيّهَا النَاسُ اتّقُوْا رَبّكُمُ الّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَاءً وَاتّقُوا اللهَ الَذِي تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَام َ إِنّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا يَاأَيّهَا الّذِيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْلَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا، أَمّا بَعْدُ … فَأِنّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الْهَدْىِ هَدْىُ مُحَمّدٍ صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّمَ، وَشَرّ اْلأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةً، وَكُلّ ضَلاَلَةِ فِي النّارِ Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah… Puji syukur marilah kita panjatkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan kepada kita semua nikmat yang demikian besar, salah satunya adalah dipertemukannya kembali dengan hari kemenangan ini. Setelah bulan Ramadhan berlalu, orang akan terbagi menjadi beberapa bagian, namun secara garis besarnya mereka terbagi dua kelompok. Kelompok yang pertama. Orang yang pada bulan Ramadhan tampak sungguh-sungguh dalam ketaatan, sehinggga orang tersebut selalu dalam keadaan sujud, shalat, membaca Alquran atau menangis, sehingga bisa-bisa anda lupa akan ahli ibadahnya orang-orang terdahulu salaf. Anda akan tertegun melihat kesungguhan dan giatnya dalam beribadah. Namun itu semua hanya berlalu begitu saja bersama habisnya bulan Ramadhan, dan setelah itu ia kembali lagi bermalas-malasan, kembali mendatangi maksiat seolah-olah ia baru saja dipenjara dengan berbagai macam ketaatan kembalilah ia terjerumus dalam syahwat dan kelalaian. Kasihan sekali orang-orang seperti ini. Sesungguhnya kemaksiatan itu adalah sebab dari kehancuran karena dosa adalah ibarat luka-luka, sedang orang yang terlalu banyak lukanya maka ia mendekati kebinasaan. Banyak sekali kemaksiatan-kemaksiatan yang dapat menghalangi seorang hamba untuk mengucap “La ilaha illallah” ketika sakaratul maut. Setelah sebulan penuh ia hidup dengan iman, Alquran serta amalan-amalan yang mendekatkan diri kepada Allah, tiba-tiba saja ia ulangi perbuatan-perbuatan maksiatnya di masa lalu. Mereka itulah hamba-hamba musiman mereka tidak mengenal Allah kecuali hanya pada satu musim saja yakni Ramadhan, atau hanya ketika di timpa kesusahan, jika musim atau kesusahan itu telah berlalu maka ketaatannyapun ikut berlalu. Kelompok yang kedua. Orang yang bersedih ketika berpisah dengan bulan Ramadhan mereka rasakan nikmatnya kasih dan penjagaan Allah, mereka lalui dengan penuh kesabaran, mereka sadari hakekat keadaan dirinya, betapa lemah, betapa hinanya mereka di hadapan Yang Maha Kuasa, mereka berpuasa dengan sebenar-benarnya, mereka shalat dengan sungguh-sungguh. Perpisahan dengan bulan Ramadhan membuat mereka sedih, bahkan tak jarang di antara mereka yang meneteskan air mata. Apakah keduanya itu sama? Segala puji hanya bagi Allah! Dua golongan ini tidaklah sama, akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, artinya, “Katakanlah; Tiap-tiap orang berbuat menurut keadaan masing-masing ..” Al-Isra’ 84. Para ahli tafsir mengatakan, makna ayat ini adalah bahwa setiap orang berbuat sesuai dengan keadaan akhlaq yang sudah biasa ia jalani. Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah… Barang siapa berpuasa siang hari di bulan Ramadhan dan shalat di malam harinya, melakukan kewajiban-kewajibannya, menahan pandangannya, menjaga anggota badan serta menjaga shalat jum’at dan jama’ah dengan sungguh-sungguh untuk menyempurnakan ketaatannya sesuai yang ia mampu maka bolehlah ia berharap mendapat ridha Allah, kemenangan di Surga dan selamat dari api Neraka. Orang yang tidak menjadikan ridha Allah sebagai tujuannya maka Allah tidak akan seperti orang yang merusak tenunan yang kuat hingga bercerai berai Hati-hatilah, jangan seperti seorang wanita yang memintal benang menenun dari kain tersebut ia bikin sebuah gamis atau baju. Ketika semuanya telah usai dan nampak kelihatan indah, maka tiba-tiba saja ia potong kain tersebut dan ia cerai beraikan, helai demi helai benang dengan tanpa sebab. Berhati-hati jualah Anda! jangan sampai seperti seorang yang diberi oleh Allah keimanan dan Alquran namun ia berpaling dari keduanya, dan ia lepaskan keduanya sebagaimana seekor domba yang dikuliti, akhirnya ia masuk keperngkap syetan sehingga jadi orang yang merugi, orang yang terjerumus di dalam jurang yang dalam, menjadi pengikut hawa nafsunya, Naudzu billah mindzalik. Allah SWT berfirman, artinya, “Dan bacakanlah kepada mereka berita kepada orang yang telah kamu berikan kepadanya ayat-ayat Kami, kemudian mereka melepaskan diri dari ayat-ayat itu lalu dia diikuti oleh syetan sampai ia tergoda, maka jadilah ia termasuk orang-orang yang sesat. Dan kalau Kami menghendaki sesunguhnya Kami tinggikan derajatnya dengan ayat-ayat itu. Tetapi ia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing, jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya, dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya juga. Demikianlah perumpa-maan orang yang mendustakan ayat-ayat Kami maka ceritaklah kepada mereka kisah-kisah itu agar mereka berfikir.” QS. Al-A’raaf 175-176. Amal yang paling dicintai oleh Allah, Rasulullah SAW pernah ditanya, Amalan apa yang paling di sukai Allah? Beliau menjawab, “Yakni yang terus-menerus walaupun sedikit”. Aisyah ra ditanya, “Bagaimana Rasulullah mengerjakan sesuatu amalan, apakah ia pernah mengkhusus-kan sesuatu sampai beberapa hari tertentu” Ia menjawab, “Tidak, namun beliau mengerjakan secara terus-menerus, dan siapapun di antara kalian hendaknya ia jika mampu mengerjakan sebagaimana yang di kerjakan Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam.” Hadits ini memberikan beberapa pelajaran, antara lain Hendaknya, seluruh kebajikan kita laksanakan secara keseluruhan tanpa pilih-pilih menurut kemampuan kita dan dikerjakan secara rutin. Tengah-tengah dalam beribadah sedang-sedang, dan menjauhi segala bentuk berlebihan, agar jiwa selalu bersemangat dan lapang, maka dengan ini akan tercapai segala tujuan ibadah, dan sempurna dari berbagai segi. Supaya rutin dalam beramal, suatu amalan meskipun sedikit jika dilakukan secara terus-menerus lebih baik dari pada amalan yang banyak namun terputus. Dengan demikian amalan yang sedikit namun rutin akan memberi buah dan nilai tambah yang berlipat ganda dari pada amalan banyak yang terputus. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kemudahan di dalam menjalakan amal ibadah secara terus menerus dan mendapatkan limpahan pahala yang berlipat ganda disisiNya, amin. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا أَسْتَغْفِرُ الله لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ اْلغَفُوْرُ الرّحِيْمُ [] SUMBER

dialog 4 orang tentang ramadhan